A.
Identifikasi SWOT Desa Situraja
Strenght (kekuatan)
1.
Memiliki lahan
pertanian yang subur
2.
Terdapat jalan
desa yang bagus
3.
Memiliki alokasi
dana desa,UKM,dan PNPM
Weakness (kelemahan)
1.
Banyaknya
penebangan liar
2.
Kurangnya
fasilitas penunjang
3.
Kurangnya
kualitas sdm
Opportunity
(peluang)
1.
Menjadikan
kawasan pertanian
2.
Masyarakat
berperan aktif dalam program – program yang dilakukan desa
3.
Berpotensi
dijadikan desa wisata
Threats
(ancaman)
1.
Alih fungsi
lahan
2.
Hasil tani desa
Tarikolot sama dengan desa lain.
3.
Gagal panen
karena kekeringan
B.
Ranking SWOT
Strenght (kekuatan)
1.
Memiliki lahan
pertanian yang subur
Menjadi urutan
pertama karena desa tarikolot memiliki produktivitas dari hasil pertanian yang
cukup tinggi sehingga mayoritas warganya berprofesi sebagai petani dan menjadi
sumber pendapatan masyarakat.
2.
Memiliki alokasi
dana desa,UKM dan PNPM
Hal ini dapat
dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan pembangunan infrastruktur, sosial dan
peningkatan perekonomian masyarakat
3.
Memiliki jalan
desa yang bagus
Dengan adanya
jalan desa maka transfortasi menjadi lancar dan akan mempermudah dalam
mengangkut hasil panen, tetapi hal itu menjadi rangking ketiga karena desa
Tarikolot lokasinya dekat dengan Jalan provinsi sehingga jalan desa bukan hal
yang terlalu vital.
Weakness (kelemahan)
1.
Banyaknya
penebangan liar
Hal ini akan
menyebabkan tidak terjaganya lingkungan dan berpengaruh pada konsidi lingkungan
desa Tarikolot yang bisa menimbulkan
banjir dan akan merusak alam sehingga hal tersebut harus diperhatikan dan
dijadikan urutan pertama yang harus diselesaikan masalahnya.
2.
Kurangnya
kualitas sdm
Kurangnya
kualitas sdm sehingga banyak yang belum mendapat pekerjaan yang layak dan belum
bisa mengembangkan usahanya menjadi kelemahan desa tarikolot rangking ke dua.
3.
Fasilitas
penunjang yang kurang,seperti traktor
Hal ini tidak
menjadi rangking sebelumnya karena warga bisa menyewa sendiri dan tidak terlalu
berpengaruh dalam proses aktivitas sehari – hari.
Opportunity
(peluang)
1.
Menjadikan kawasan
pertanian
Dengan kondisi
alam yang memiliki banyak lahan sawah maka berpotensi dijadikan tempat
penghasil padi.
2.
Berpotensi
dijadikan objek wisata
Dengan adanya
bendungan jatigede akan berimbas pada daerah di sekitarnya termasuk desa
tarikolot yang berpotensi dijadikan desa wisata .
3.
Masyarakat
berperan aktif dalam program – program yang dilakukan desa
Dengan adanya peran aktif dari masyarakat,
ini menjadikan aparat desa terbantu dalam mencapai program – program.
Thearts (ancaman)
1.
Alih fungsi
lahan.
Jika hal ini
terjadi maka akan berkurangnya lahan pertanian, karena lahan pertanian
dijadikan rumah dan bangunan.
2.
Gagal panen
karena kekeringan
Hal ini akan
adanya kerugian dari pihak petani, diperlukan usaha dari pemerintah desa untuk
mengatasi hal tersebut.
3.
Hasil pertanian
yang sama dengan daerah lain
Menjadi ranking
terakhit karena desa lain tidak terlalu memprioritaskan hasil pertanian untuk
pendapatan desa.
C.
Analisis SWOT
S1 : Memiliki lahan pertanian yang subur
O1 : Menjadikan kawasan pertanian
Program : mengelola bibit padi unggul dan penerapan teknologi
pertanian
S1 : Memiliki lahan petanian yang subur
O2 : Masyarakat berperan aktif dalam program yang
dilaksanakan desa
Program : Sosialisasi untuk mempromosikan hasil pertanian
S1 : Memiliki lahan pertanian yang subur
O3 : Berpotensi dalam menjadikan desa wisata
Program : Pengelolaan tempat untuk dijadikan objek wisata
S2 : Terdapat jalan desa yang bagus
O1 : Menjadikan kawasan pertanian
Program : Menciptakan petani yang kreatif dan promosi hasil
pertanian
S2 : Terdapat jalan desa yang bagus
O2 : Masyarakat berperan aktif dalam program yang
dilaksanakan desa
Program : Keterlibatan masyarakat dalam merawat dan menjaga
jalan.
S2 : Terdapat jalan desa yang bagus
O3 : Berpotensi dijadikan objek wisata
Program : Membuat tempat wisata yang menunjang
S3 : Memiliki alokasi dana desa,UKM dan PNPM
O1 : Menjadikan kawasan pertanian
Program : Pemberian modal kepada petani
S3 : Memiliki alokasi
dana desa,UKM dan PNPM
O2 : Masyarakat berperan aktif dalam program yang
dilaksanakan desa
Program : Pemberian modal kepada masyarakat untuk digunakan
dalam kegiatan pertanian atau usaha
S3 : Memiliki alokasi dana desa,UKM dan PNPM
O3 : Berpotensi dijadikan desa wisata
Program : Pembagunan tempat yang layak dijadikan objek wisata
S1 : Memiliki lahan pertanian yang subur
T1 :
Program : Pengawasan rutin terhadap lahan pertanian
S1 : Sumberdaya sebagai penghasilan daerah
T2 : Bantuan pemerintah pada perindustrian yang kurang
lancar
Program : Adanya perhatian dari pemerintah untuk penunjang
pertanian dan industri
S1 : Sumberdaya sebagai penghasilan daerah
T3 : Persaingan produksi hasil pertanian
Program : Pembatasan pemasukan hasil produksi desa lain
S2 : Terdapat sarana dan prasarana penunjang kebutuhan masyarakat
T1 : Bantuan pemerintah pada perindustrian kurang lancar
Program : Pemberian modal usaha terhadap pelaku industri
S2 : Terdapat sarana dan prasarana penunjang kebutuhan masyarakat
T2 : Bantuan
pemerintah pada perindustrian yang kurang lancar
Program : Penanaman bibit unggul oleh masyarakat dengan
menggunakan sarana dan prasarana yang
ada
S2 : Terdapat sarana dan prasarana penunjang kebutuhan
masyarakat
T3 : Persaingan produksi hasil pertanian
Program : Mengontrol adanya pemasukan hasil produksi desa lain
dengan memaksimalkan sarana dan prasarana yang dimiliki untuk menghasilkan
produksi yang lebih serta memenuhi kebutuhan masyarakat
S3 : Memiliki lahan pertanian yang subur
T1 : Bantuan dari pemerintah kurang lancar
Program : Bina masyarakat desa dalam pemanfaatan lahan
pertanian dan industri
S3 : Memiliki lahan pertanian yang subur
T2 : Bantuan pemerintah pada perindustrian yang kurang lancar
Program : Pembuatan dan pembudidayaan bibit padi unggulan oleh
masyarakat sekitar dengan pemanfaatan lahan pertanian yang ada
S3 : Memiliki lahan pertanian yang subur
T3 : Persaingan produksi hasil pertanian
Program : Peningkatan kembali hasil produksi padi unggulan
desa situraja
W1 O1
W2 O2
W3 O3
Weakness dengan Opportunity
W1 : Kurangnya koordinasi aparatur kepada masyarakat
dalam kelestarian lingkungan
O1 : Menjadikan kawasan penghasil padi dan makanan ciri
khas
Program : Penilaian
kualitas padi dan makanan
W1 : Kurangnya koordinasi aparatur kepada masyarakat dalam
kelestarian lingkungan
O2 : Berpeluang dalam menciptakan lapangan usaha
Program : Sosialisasi
sekaligus pemberian pembekalan materi pengadaan usaha dan pertanian yang baik berbasis kelestarian lingkungan
W1 : Kurangnya koordinasi aparatur kepada masyarakat
dalam kelestarian lingkungan
O3 : Peran aktif masyarakat dalam program-program yang
dilaksanakan oleh desa
Program : Kerjasama
masyarakat dengan intansi terkait dalam upaya pencapaian program yang dibuat
dan kelestarian lingkungan
W2 : Sumberdana yang terbatas
O1 : Menjadikan kawasan penghasil padi dan makanan ciri
khas
Program : Membuka
tempat penghasil padi dan makanan ciri khas milik pribadi dengan pengontrolan
pihak terkait
W2 : Sumberdana yang terbatas
O2 : Berpeluang dalam menciptakan lapangan usaha
Program : Pengadaan
koperasi simpan pinjam untuk kesejahteraan masyarakat dan modal usaha
W2 : Sumberdana yang terbatas
O3 : Peran aktif masyarakat dalam program-program yang
dilaksanakan oleh desa
Program : Memberdayakan masyarakat untuk membuat koperasi
simpan pinjam
W3 : Kurangnya fasilitas penunjang lain dalam bidang
tertentu
O1 : Menjadikan penghasil padi dan makanan ciri khas
Program : Membuka
lapangan kerja bagi masyarakat
W3 : Kurangnya fasilitas penunjang lain dalam bidang
tertentu
O2 : Berpeluang dalam menciptakan lapangan usaha
Program : Pemberian
izin pengadaan usaha swasta yang menunjang kehidupan masyarakat dengan
dibukanya diberikannya modal usaha
W3 : Kurangnya fasilitas penunjang lain dalam bidang tertentu
O3 : Peran aktif masyarakat dalam program-program yang
dilaksanakan oleh desa
Program : Meminta
bantuan untuk menunjang fasiltas yang belum ada
W1 T1
W2 T2
W3 T3
Weakness dengan
Threat
W1 : Kurangnya koordinasi aparatur kepada masyarakat
dalam kelestarian lingkungan
T1 : Gagal panen karena wabah hama dan kurang air
Program : Sosialisasi
pengendalian usaha dalam upaya kelestarian lingkungan agar tetap subur
W1 : Kurangnya koordinasi aparatur kepada masyarakat
dalam kelestarian lingkungan
T2 : Bantuan pemerintah pada perindustrian yang kurang
lancar
Program : Sosialisasi
tentang kelestarian lingkungan sekaligus penanaman bibit padi unggul dalam
upaya peningkatan perindustrian
W1 : Kurangnya koordinasi aparatur kepada masyarakat dalam
kelestarian lingkungan
T3 : Persaingan produksi hasil pertanian
Program : Sosialisasi peningkatan
hasil produksi dan promosi hasil pertanian
W2 : Sumberdana yang terbatas
T : Gagal panen karena wabah dan kurang air
Program : Pengontrolan
berbagai bidang pertanian dan usaha yang terkait
W2 : Sumberdana yang terbatas
T2 : Bantuan pemerintah pada perindustrian yang kurang
lancar
Program : Pemanfaatan
SDA seperti penjualan dan pemasaran bibit padi dan hasil panen di desa situraja
dalam meningkatkan pemasukan sumberdana agar terselenggaranya program-program
yang telah terencana sebelumnya.
W2 : Sumberdana yang terbatas
T3 : Persaingan produksi hasil pertanian
Program : Pembuatan
, penanaman, pengolahan hasil pertanian oleh SDM yang tersedia
W3 : Kurangnya fasilitas penunjang lain dalam bidang
tertentu
T1 : Gagal panen karena wabah dan kurang air
Program : Pengontrolan
pemberdayaan fasitas penunjang lain seperti pompa air saat kemarau
W3 : Kurangnya fasilitas penunjang lain dalam bidang
tertentu
T2 : Bantuan pemerintah pada perindustrian yang kurang
lancar
Program : Pemberdayaan
SDM dan SDA dalam peningkatan pertanian dan perindustrian dengan pengadaan
fasilitas pendukung nya sebagai penujang keberhasilan, seperti pembuatan bibit
padi unggul dengan memanfaatkan ladang pesawahan yang ada
W3 : Kurangnya fasilitas penunjang lain dalam bidang
tertentu
T3 : Persaingan produksi hasil pertanian
Program : Pembuatan
lahan pertanian yang lebih menunjang pada keberhasilan produksi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar