PENGARUH KEBERSIHAN LINGKUNGAN TERHADAP PEMBELAJARAN
SISWA SMAN
KARYA TULIS
Diajukan Sebagai
Salah Satu Tugas
Bahasa Indonesia Kelas
XII
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 latar belakang
Kesehatan lingkungan pada hakikatnya
adalah suatu kondisi atau keadaan lingkungan yang optimum sehingga berpengaruh
positif terhadap terwujudnya status kesehatan yang optimal pula
(SoekidjoNotoatmodjo, 2011: 169). Lingkungan sekolah yang bersih merupakan
salah satu unsure yang harus ada, dibina dan dikembangkan terus agar dalam
proses pendidikan yang berjalan mencapai hasil yang diharapkan. Oleh karena
itu, semua warga sekolah harus menjaga kebersihan sekolah agar dapat berfungsi
dengan baik sebagai wadah untuk mendidik anak agar mereka memiliki kesadaran
lingkungan dan berkemauan berbuat sesuatu yang positif bagi kelestarian
lingkungan sekolah khususnya dan lingkungan hidup Agar ilmu dapat terserap
maksimal oleh siswa, maka kondisi sekolah haruslah nyaman dan bersih. Walaupun
kebersihan sering kali dianggap tidakpenting, namun hal kecil tersebut dapat
berdampak besar terhadap prosesbelajar mengajar di sekolah. Sekolah yang kotor
akan membuat kegiatan belajar terganggu dan menjadi sarang penyakit bagi
seluruh warga sekolah menjadi sesuatu yang penting jika bersangkutan dengan
kebersihan baik di dalam maupun di luar sekolah, baik di dalam maupun di luar
kelas dan juga keseluruhan lingkungan sekolah yang harus menjadi perhatian
penting bagi seluruh warga di sekolah.Peranan siswa dalam arti kata sikap,
perilaku, pengetahuan dan keikutsertaannya dalam permasalahan lingkungan perlu
dibina dandikembangkan, sebab siswa mempunyai peranan penting dalam menciptakan
lingkungan yang bersih dan sehat. Pengetahuan kebersihan lingkungan merupakan
awal pertama siswa untuk menciptakan lingkungan yang bersih.Ilmu pengetahuan
maka akan menimbulkan
rasa kesadaran, kepedulian, bahkan rasa
ingin menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.Dengan diberikannya
pembelajaran tentang kebersihan lingkungan maka seharusnya siswa mengetahui dan
memahami arti penting kebersihan pribadi maupun lingkungannya. Namun dari hasil
observasi peneliti di SMAsN JATINUNGGAL ternyata masih ada siswa yang membuang
sampah di sembarang tempat.Pengetahuan diperlukan sebagai dorongan psikis dalam
menumbuhkan sikap dan perilaku setiap hari. Pengetahuan siswa yang tinggi
tentang kebersihan lingkungan akan memudahkan siswa untuk menerapkannya dalam
kehidupan sehari-hari. Sehubungan dengan hal tersebut, tidak hanya peran
sekolah saja yang dibutuhkan oleh siswa, tetapi peran orang tua juga sangat
dibutuhkan agar pengetahuan siswa tentang kebersihan lingkungan menjadi lebih
tinggi.
1.2 Rumusan
masalah
1.
Apa pengertian kebersihan lingkungan?
2.
Apa akibat tidak menjaga kebersihan
lingkungan sekolah?
3.
Mengapa menjaga kebersihan sekolah itu sangat
penting?
4.
Bagaimana cara meningkatkan kesadaran
siswa-siswi SMA N JATINUNGGAL menjaga kebersihan lingkungan sekolah?
5.
Apa pengaruh kebersihan lingkungan sekolah
terhadap aktivitas pembelajaran siswa?
1.3 Tujuan penelitian
1.
Untuk menjelaskan pentingnya menjaga
kebersihan lingkungan sekolah dan akibat yang ditimbulkan jika tidak menjaga
kebersihan lingkungan sekolah.
2.
Untuk menimbulkan dan
meningkatkan kesadaran siswa-siswi SMA N JATINUNGGAL agar dapat menjaga
kebersihan lingkungan sekolah.
3.
Untuk mengetahui pengaruh kebersihan
lingkungan terhadap pembelajaran siswa siswi SMA N JATINUNGGAL
1.4
Manfaat penelitian
1.4.
1 Secara Teoritis
Penelitian ini dapat
bermanfaat sebagai kajian mengembangkan pembelajaran pendidikan kesehatan di
sekolah.
1.4.2 Secara Praktis
Penelitian
ini diharapkan dapat mengetahui tingkat pengetahuan tentang kebersihan lingkungan
sekolah serta dapat menambah keterampilan siswa dalam menjaga kebersihan
lingkungan sekolah.
a.
Bagi siswa
-
Menjaga kebersihan sekolah dapat meningkatkan
semangat
-
belajar serta menjalin kerjasama baik antar
siswa, guru dan karyawan.
b.
Bagi guru
Hasil penelitian ini dapat
memberikan pengalaman langsung pada guru-guru untuk dapat meningkatkan
kebersihan lingkungan sekolah serta
dengan lingkungan sekolah yang bersih dapat menimbulkan rasa nyaman dalam
proses belajar mengajar sehingga
meningkatkan semangat mengajar bagi guru.
c.
bagi masyarakat
Dapat terjalin hubungan sosial yang baik karena kebersihan
lingkungan sekolah membuat sekolah itu sendiri mendapat penilaian yang baik dan
membuat lingkungan menjadi nyama
d.
Bagi penulis
Mengetahui berbagai macam
kegiatan Siswa siswi SMA N JATINUNGGAL dalam menjaga kebersihan sekolah baik
itu ke arah positif maupun negatif
1.5
Batasan Masalah
Agar
tidak terjadi penyimpangan dan penelitian ini lebih fokus, makapenelitian ini
dibatasi pada masalah tingkat pengetahuan siswa SMA N JATINUNGGAL tentang
kebersihan lingkungan sekolah .
1.6 Definisi istilah
1.
pengaruh
adalah daya yang ada atau timbul dari
sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak kepercayaan dan perbuatan
seseorang
2.
Kebersihan
adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk di antaranya, debu, sampah, dan bau.
Di zaman modern, setelah Louis Pasteur menemukan proses penularan penyakit atau
infeksi disebabkan oleh mikroba, kebersihan juga berarti bebas dari virus,
bakteria patogen, dan bahan kimia berbahaya.
3.
Lingkungan adalah kombinasi
antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air,
energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun
di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti
keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut
4.
Sekolah adalah lembaga untuk
para Siswa pengajaran siswa/murid di bawah pengawasan guru.
5.
Terhadap adalah kata depan untuk menandai
arah
6.
pembelajaran adalah
perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai
hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat
adanya interaksi antara stimulus dan respon
7.
siswa adalahanggota
masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran
pada jalur pendidikan baik pendidikan informal, pendidikan formal maupun
pendidikan nonformal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu.
8.
SMA Negeri Jatinunggal
merupakan sebuah sekolah menengah atas yang berlokasi di wilayah Kecamatan
Jatinunggal. Tepatnya berada di Jalan Raya Tarikolot - SirnasariJatinunggal. Sebelum terbentuknya Kecamatan Jatinunggal,
sekolah ini bernama SMA Negeri 1 Wado.
1.7 Hipotesis
Tidak terdapat pengaruh kebersihan lingkungan
sekolah terhadap pembelajaran siswa
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Kajian teori
Lingkungan berasal dari kata lingkung yang berarti
”sekeliling, sekitar, selingkung, seluruh suatu lingkaran, daerah dan
sebagainya”
1.
Lingkungan
sekolah, Menurut Imam Supardi menyatakan “lingkungan adalah jumlah semua benda hidup dan mati serta
seluruh kondisi yang ada didalam ruang yang kita tempati”
2.
Menurut
pengertian lain “adalah mencakup segala
material dan stimulus didalam dan diluar individu baik yang bersifat
fisiologis, psikologis, maupun sosio kultural”
3.
Menurut
Syamsu Yusuf menyatakan sebagai berikut: Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang secara
sistematis melaksanakan program bimbingan, pengajaran,
dan latihan dalam rangka membantu siswa agar mampu mengembangkan potensinya,
baik yang menyangkut aspek moral, spiritual, intelektual, emosional, maupun
sosial. Lingkungan sekolah adalah jumlah semua benda hidup dan mati serta
seluruh kondisi yang ada di dalam lembaga pendidikan formal yang secara
sistematis melaksanakan program pendidikan dan membantu siswa mengembangkan
potensinya. jadi lingkungan adalah “segala sesuatu yang berada dialam sekitar
yang memiliki makna atau pengaruh terhadap karakter atau sifat seseorang secara
langsung ataupun tidak langsung.
4.
Menurut
Tri Minarsih, Acep Hadi, dan Hanjaeli (2010: 53), ciri lingkungan sekolah yang
bersih adalah : ventilasi sebagai media pertukaran udara berfungsi baik, tempat
mandi, cuci dan kakus berfungsi baik, tersedia air bersih, ada tempat
pembuangan sampah, lantai dan dinding bersih serta meja kursi dan perabot
lainnya bersih dan tertata rapi.
5.
Kebersihan
merupakan salah pokok dalam memelihara kelangsungan eksistensinya, sehingga
tidak ada satupun makhluk kecuali berusaha untuk membersihkan dirinya, walaupun
makhluk tersebut dinilai kotor. Pembersihan diri tersebut, secara fisik
misalnya, ada yang menggunakan air, tanah, air . Bagi manusia membersihkan diri
tersebut dengan tanah dan air tidak cukup, tetapi ditambah dengan menggunakan
dedaunan pewangi, malahan pada zaman modern sekarang menggunakan sabun mandi,
bahkan untuk pembersih wajah ada sabun khusus dan lain sebagainya. Pada manusia
konsep kebersihan, bukan hanya secara fisik, tetapi juga psikhis, sehingga
dikenal istilah kebersihan jiwa, kebersihan hati, kebersihan spiritual dan lain
sebagaianya. (Prof .Dr. M. Aburrahman MA)
2.2 kerangka
pemikiran
Selama ini
masih banyak terdapat sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta yang menomor
duakan masalah lingkungan atau kulur sekolah. Terlihat dari masih banyaknya
terdapat sekolah-sekolah dengan bangunan yang tidak bersih termasuk SMA
JATINUNGGAL .Dan ini berdampak langsung terhadap semangat belajar siswa di
sekolah.
Kerja bakti
mingguan merupakan salah satu solusi untuk menangani masalah tersebut, yang
mana pihak sekolah bisa menfaatkan sedikit waktu untuk membersihkan sekolah
bersama-sama. Kerja bakti ini diharapkan selain untuk menjaga kebersihan
sekolah dan meningkatkan semangat belajar siswa di sekolah juga melatih
kemandirian siswa serta menjalin keakraban antar sesama warga sekolah.
BAB III
Metodologi penelitian
3.1 Waktu dan tempat penelitian
3.1.1 waktu penelitian
Waktu penelitian ini berlangsung selama kurang lebih
seminggu (7 hari) mulai dari hri senin sampai hari sabtu
3.1.2 tempat penelitian
Penelitian dilaksanakan di halaman depan sekolah ,kelas kelas , halaman belakang
SMA N JATINUNGGAL kecamatan jatinunggal Sirnasari,
Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45376
3.2 Metode dan rancangan penelitian
3.2.1 Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan
menggunakan tes sebagai teknik pengambilan data. Penelitian deskriptif adalah
penelitian yang benar – benar hanya memaparkan apa yang terdapat atau terjadi
dalam sebuah kancah, lapangan, atau wilayah tertentu. (Suharsimi Arikunto
2010:3).
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu metode
penelitian yang bertujuan pada pemecahan masalah yang ada pada waktu sekarang
3.2.2 Rancangan Penelitian
Dalam mengerjakan karya ilmiah ini peneliti menggunakan
pendekakatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu proses penelitian
yang dilakukan secara wajar dan natural sesuai dengan kondisi objektif di
lapangan tanpa adanya manipulasi, serta jenis data yang dikumpulakan terutama
data kualitatif.
Ciri-ciri dalam penelitian kualitatif antara lain :
1. Data penelitian diambil dari alamiah.
2. Manusia sebagai alat (instrument).
3. Menggunakan metode kualitatif.
4. Analisis dan secara indukatif.
5. Teori dari dasar.
6. Data yang dikumpulkan berupa data
deskriptif.
7. Lebih mementingkan proses dari pada hasil.
8. Adanya batas yang ditentukan oleh fokus.
9. Adanya kriteria khusus untuk keabsahan
data.
10. Desain penelitian yang yang bersifat
sementara.
11. Hasil penelitian dirundingkan dan
disepakati bersama.
Sementara menurut Creswell penelitian yang dibimbing oleh
paradigma kualitatif didefinisikan sebagai suatu proses penelitian untuk
memahami masalah-masalah manusia atau sosial dengan menciptakan gambaran menyeluruh
dan kompleks yang disajikan dengan kata-kata, melaporkan pandangan terinci yang
diperoleh dari para sumber informasi, serta dilakukan dalam latar (setting)
yang alamiah.Pendekatan kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan
datadeskriptif: Ucapan atau tulisan dan perilaku yang dapat diamati dari
orang-orang (subyek) itu sediri.Jadi penelitian kualitatif adalah penelitian
yang akan menghasilkan kesimpulan berupa data yang menggambarkan secara rinci,
bukan menghasilkan data yang berupa angka-angka.
3.3 Populasi dan Sample
Populasi nya adalah seluruh siswa SMA N JATINUNGGAL , Dan
sample nya Adalah siswa siswi kelas 12
ipa 4 .
3.4 instrumen Penelitian
dan Pengumpulan Data
Teknik Pengumpulan Data dan Insrumen Penelitian Dalam
pelaksanaan penelitian memerlukan perangkat-perangkat yang dapat digunakan
untuk mengumpulkan data tentang peningkatan kesadaran lingkungan siswa, baik
itu pra-penelitian maupun pada saat melaksanakan tindakan. Adapun
perangkat-perangkat yang dapat digunakan sebagai berikut:
1.
Observasi
Observasi yang berupa pengamatan secara
langsung di tempat penelitiansituasi, kondisi dan aktivitas dari yang diteliti.
Definisi observasi menurut Sanjaya (2009, hlm. 86) merupakan teknik
mengumpulkan data dengan cara mengamati setiap kejadian yang sedang berlangsung
dan mencatatnya dengan alat observasi tentang hal-hal yang akan diamati atau
diteliti. Teknik pengumpulan data observasi ini termasuk ke dalam jenis
observasi terstruktur, yaitu observasi yang telah dirancang secara sistematis,
tentang apa yang akan diamati, kapan dan dimana tempatnya (Sugiono dalam
Jaelani, 2013, hlm. 38). Observasi ini dibuat dalam bentuk check list, jadi
observer hanya mengisi tanda check list pada kolom yang telah disediakan.Lembar
panduan observasi ini merupakan perangkat atau alat yang dapat digunakan untuk
mengumpulkan data baik itu pra-penelitian maupun pada saat pelaksanaan
tindakan. Data yang diperoleh adalah data pada saat mengamati aktivitas guru
dan siswa pada saat proses pelajaran
kelas XII ipa 4 .
Tabel 3.2 lembar Observasi
Kegiatan Siswa dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan Kelas
Mata Pelajaran :
Bahasa Indonesia
Kelas/Semester :
XII/2
Hari, tanggal :Senin,06
februari 2019
Petunjuk ::
Berilah tanda centang atau checklist (√) pada pilihan
yang Benar
No
|
Jenis Kegiatan
|
Keterangan
|
||
Baik
|
Cukup
|
Kurang
|
||
1.
|
Siswa
memungut dan membuang sampah yang berserakan dilantai kelas dan laci meja
sebelum guru masuk.
|
|||
2.
|
Siswa menghapus coretan dipapan tulis
ketika guru akan masuk kelas.
|
|||
3
|
Siswa merapikan meja guru dan meja belajar
siswa sebelum guru masuk kelas.
|
|||
4.
|
Siswa menyapu kelas terlebih dahulu,jika
kelas dianggap terlalu kotor dan perlu disapukan sebelum guru masuk.
|
|||
5.
|
siswa mengelap kaca terlebih dahulu, jika
dianggap terlalu banyak debu sebelum guru masuk.
|
|||
6.
|
Siswa antusias membersihkan ruang kelas.
|
|||
7.
|
Siswa
bersemangat dan siap untuk melaksanakan kegiatan piket dengan penuh tangung
jawab
|
|||
8.
|
Siswa bersemangat ketika mengikuti
kegiatan jumsih terutama dalam
membersihkan ruang kelas
|
|||
9.
|
Siswa
tidak mencoret coret dinding ketika guru sedang menjelaskan materi.
|
|||
10,
|
Siswa
berperan aktif dan bertanggung jawab dalam menjaga fasilitas yang di sediakan
disekolah
|
|||
Keterangan
1.Baik (B) 2.Cukup
(C) 3.Kurang (K)
3.5 Analisa Data
Setelah data
diperoleh, langkah berikutnya adalah menganalisis data untuk menarik kesimpulan
dari penelitian yang dilakukan. Hasil analisis ini didasarkan distribusi
frekuensi yang memberikan gambaran mengenai distribusi subyek menurut kategori
niai variabel. Untuk mengetahuinya didasarkan pada nilai telah ditetapkan untuk setiap
alternatifjawaban yang tersedia dalam tes.
Bab IV
Hasil
penelitian dan pembahasan
4.1 hasil penelitian.
No
|
Jenis Kegiatan
|
Keterangan
|
||
Baik
|
Cukup
|
Kurang
|
||
1.
|
Siswa memungut dan membuang sampah yang berserakan dilantai kelas dan
laci meja sebelum guru masuk.
|
ü
|
||
2.
|
Siswa menghapus coretan dipapan tulis
ketika guru akan masuk kelas.
|
ü
|
||
3
|
Siswa merapikan meja guru dan meja belajar
siswa sebelum guru masuk kelas.
|
ü
|
||
4.
|
Siswa menyapu kelas terlebih dahulu,jika
kelas dianggap terlalu kotor dan perlu disapukan sebelum guru masuk.
|
ü
|
||
5.
|
siswa mengelap kaca terlebih dahulu, jika
dianggap terlalu banyak debu sebelum guru masuk.
|
ü
|
||
6.
|
Siswa antusias membersihkan ruang kelas.
|
ü
|
||
7.
|
Siswa bersemangat dan siap untuk melaksanakan kegiatan piket dengan
penuh tangung jawab
|
ü
|
||
8.
|
Siswa bersemangat ketika mengikuti kegiatan jumsih
terutamadalam membersihkan ruang kelas
|
ü
|
||
9.
|
Siswa tidak mencoret coret dinding ketika guru sedang menjelaskan
materi.
|
ü
|
||
10,
|
Siswa berperan aktif dan bertanggung jawab dalam menjaga fasilitas
yang di sediakan disekolah
|
ü
|
||
4.2 Pembahasan
4.2.1 pengertian kebersihan
lingkungan
Kebersihan adalah
salah satu tanda dari keadaan hygene yang baik. kebersihan badan meliputi
kebersihan diri sendiri seperti mandi, gosok gigi, mencuci tangan, dan memakai
pakaian bersih. Kebersihan lingkungan adalah kebersihan tempat tinggal tempat
kerja, dan tempat awam. Kebersihan tempat tinggal yang dilakukan dengan cara
mengelap perabotan rumah, menyapu, mengepel lantai, mencuci peralatan masak dan
peralatan makan. Kebersihan sangat erat kaitannya dengan kesehatan. dengan
menjaga kebersiham artinya juga menjaga kesehatan. Bukan hanya orang dewasa
yang harus mengerti tentang pentingnya kebersihan, namun sedari dini anak-anak
juga harus belajar tentang arti kebersihan, dan mendapat pengetahuan yang tepat
tentang kebersihan dan kesehatan.Menurut Notoatmodjo yang dikutip Erwin Setyo K
(2012: 1-2) Pendidikan kesehatan adalah suatu proses untuk meningkatkan
kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya dan tidak
hanya mengkaitkan diri pada peningkatan pengetahuan, sikap dan praktik
kesehatan saja, tetapi juga meningkatkan atau memperbaiki lingkungan (baik
fisik maupun non fisik) dalam rangka memelihara dan meningkatkan kesehatan
mereka. Erwin Setyo K (2012: 2) menyimpulkan bahwapendidikan kesehatan adalah
proses membantu seseorang, dengan bertindak secara sendiri-sendiri ataupun
secara kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai
hal-hal yang mempengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain untuk
meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan
kesehatannya dan tidak hanya mengkaitkan diri pada peningkatan pengetahuan,
sikap dan praktik kesehatan saja, tetapi juga meningkatkan atau memperbaiki
lingkungan (baik fisik maupun non fisik) dalam rangka memelihara dan
meningkatkan kesehatan dengan penuh kesadaran. Kebersihan lingkungan sekolah
erat berhubungan dengan kesehatan lingkungan. Kesehatan lingkungan adalah
kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan semua aspek dari alam dan lingkungan
yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Kesehatan lingkungan merupakan faktor
penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, bahkan merupakan salah satu
unsur penentu dalam kesejahteraan penduduk.Kebersihan lingkungan dapat
mempengaruhi kondisi kesehatanpenghuninya.
Kesehatan
lingkungan padahakikatnya adalah suatu kondisiatau keadaan lingkungan yang
optimum sehingga berpengaruh positifterhadap terwujudnya status kesehatan yang
optimumlingkungan sekolah yang sehat meliputi 2 aspek, yakni aspek fisik dan
non fisik.
1) Aspek Non
Fisik (mental-sosial)
Lingkungan
mental-sosial yang sehat terjadi apabila terdapat hubungan harmonis dan
kondusif di antara komponen masyarakat sekolah. Hubungan yang harmonis akan
mempengaruhi perilaku hidup sehat
2) Aspek
Fisik
Lingkungan
fisik yang harus diperhatikan antara lain :
(a) Lokasi
sekolah tidak berdekatan dengan tempat-tempat umum atau keramaian
(b)
Kapasitas dan kontruksi gedung sekolah sesuai dengan jumlah
(c) Tersedianya halaman sekolah dan kebun
sekolah
(d)
Ventilasi memadai sehingga menjamin adanya sirkulasi udara disetiap ruang
kelas.
(e)
Penerangan harus cukup. utamanya sinar matahari dapat masuk kesetiap ruangan
(f) Sistem
pembuangan air limbah maupun air hujan dijamin tidak menimbulkan genangan
(g)
Tersedianya air bersih dan pembuangan air besar dan kecil(jamban)
(h)
Tersedianya tempat pembuangan sampah di setiap kelas dan sekolah
(i) Tersedianya kantin atau warung sekolah, sehingga kebersihan dan
keamanan makan dapat diawasiSalah satu syarat lingkungan sekolah yang bersih
dan sehat adalah lingkungan yang bebas dari segala penyakit dan sampah. Menurut
UU No 18 tahun 2008 tentang pengolahan sampah, disebutkan sampah adalah sisa
kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi
padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat
terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang ke lingkungan.
Sampah merupakan salah satu faktor yang membuat lingkungan menjadi kotor.
Menurut Suwandi Fendi dan Masturi (2010 : 54)
Sampah digolongkan menjadi 2 jenis sebagai berikut :
1) Sampah
Basah (Organik)
Sampah
organik adalah sampah yang terdiri dari bahan-bahan organik. Sifat sampah
organik adalah tidak dapat bertahan lama dan cepat membusuk. Biasanya sampah
jenis ini berasal dari makhluk hidup.
Contohnya
adalah sayur-sayuran, buah-buahan, sisa nasi, daun dan sebagainya. Jenis sampah
ini akan menimbulkan bau kurang sedap jika tidak dikelola dengan baik
2) Sampah
Padat (anorganik)
Sampah
anorganik adalah sampah-sampah yang terdiri dari bahan-bahan anorganik. Contoh
bahan-bahan anorganik adalah bahan logam, plastik, kaca, karet, dan kaleng. Sifat
sampah anorganik adalah tahan lama dan sukar membusuk. Sampah ini tidak mudah
diurai oleh mikroorganisme tanah. Apabila dibuang sembarangan sampah anorganik
dapat menimbulkan pencemaran tanah.Deni Kurniadi dan Suro Prapanca (2010: 58)
menyebutkan dengan mempelajari kesehatan lingkungan sekolah, maka diharapkan
agar para siswa :
1) Memiliki pengetahuan tentang ruang lingkup lingkungan sekolah.
2) Mengenal, memahami masalah lingkungan sekolah;
3) Mengenal, memahami peranan dan pengaruh lingkungan sekolah dalam
kehidupan manusia;
4) Mengenal dan memahami masalah kesehatan lingkungan sekolah;
5) Memiliki sikap positif dan peran serta aktif dalam usaha-usaha kesehatan
lingkungan sekolah;
6) Memiliki keterampil
7) an untuk memelihara dan melestarikan kesehatan lingkungan sekolah dalam
kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan
uraian di atas, tujuan dari kesehatan lingkungan sekolah adalah memiliki
pengetahuan, mengenal, dan memahami tentang ruang lingkup beserta masalah
lingkungan sekolah
serta memiliki keterampilan untuk menjaga kesehatan lingkungan sekolah.
c. Ciri
Lingkungan Sekolah Sehat
Pembinaan
lingkungan sekolah sehat yang merupakan salah satu unsur penting dalam membina
ketahanan sekolah karena lingkungan lingkungan sehat diperlukan untuk
meningkatkan kesehatan siswa, guru, dan pegawai sekolah dan pada akhirnya
meningkatkan daya serap siswa .
dalam proses
belajar mengajar. Pembinaan lingkungan sekolah sehat dilaksanakan melalui 7k
yaitu :
1)
Kebersihan;
2)
Keindahan;
3)
Kenyamanan;
4)
Ketertiban;
5) Keamanan;
6)
Kerindangan; dan
7.kekeluargaan
4.2.2 Akibat Tidak Menjaga Kebersihan Lingkungan
Lingkungan
sekolah yang kotor akan menjadi perantara penularan berbagai penyakit karena
lingkungan yang kotor adalah tempat berkembang biaknya bibit penyakit. Selain lingkungan
yang kotor, beberapa hewan juga dapat menularkan penyakit seperti nyamuk,
lalat, tikus, dan unggas. Berikut beberapa penyakit yang disebabkan oleh nyamuk
dan unggas serta ditambah oleh
lingkungan yang kurang bersih menurut Mufid dan Najib Sulhan (2010: 121-126) adalah:
1) Penyakit
Demam Berdarah
Penyakit
demam berdarah disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Penyakit ini
ditandai dengan munculnya demam secara tiba-tiba, disertai dengan sakit kepala
dan sakit sendi dan otot. Nyamuk ini berkembang biak di tempat-tempat yang
terdapat genangan air seperti bak mandi atau pot bunga.
Pencegahan
berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti dapat dilakukan dengan beberapa cara,
diantaranya (Tri Minarsih, Acep Hadi dan Hanjaeli, 2010 :147) : (a) Menguras
air bak seminggu sekali; (b) Mengubur kaleng, botol dan ban bekas; (c)Menutup
tempat sampah dan bak air; (d) Menghindari gigitan nyamuk (tidur di dalam
kelambu, memakai obat pengusir nyamuk, tidak berada di tempat yang banyak
nyamuk); (e) Membunuh nyamuk dengan cara: menyemprot ruangan dengan racun
nyamuk, menimbun kubangan air untuk membunuh jentik nyamuk ,pengasapan)
2) Penyakit
Malaria
Penyakit
malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh sejenis parasite yang
disebut Plasmodium yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk
Anopheles. Seseorang yang terkena malaria akan mengalami demam tinggi dan
menggigil selama berjam–jam. Cara pencegahannya adalah dengan meminum pil kina.
Selain itu menjaga kebersihan lingkungan juga merupakan salah satu cara untuk
mengurangi perkembangbiakan nyamuk Anopheles.
3) Penyakit
Diare
Diare adalah
penyakit yang menyebabkan penderita sering buang air besar sehingga penderita
kehilangan banyak cairan tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh kuman yang
menyebar melalui makanan dan minuman yang dihinggapi lalat pembawa kuman
tersebut. Tindakan pencegahannya
yaitu selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, makan makanan bersih,
dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
4) Penyakit
Kencing Tikus
Kencing
tikus adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Leptospira patogen.
Penyakit ini menular ke manusia melalui kontak langsung dengan lingkungan
(tanah, air, dan sebagainya) yang dikotori air seni hewan pembawa virus
tersebut. Lingkungan yang kotor dan tidak sehat mempermudah berkembangnya kuman
penyakit ini. Cara pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menyimpan
makanan dan minuman di tempat yang tertutup, mencuci tangan dengan sabun
sebelum makan dan setelah dari WC
5) Menimbulkan genangan air.
Hal ini bisa saja terjadi di sekolah kita jika murid selalu membuang sampah
sembarangan. Sampah yang bertumpuk di selokan dapat menyumbat jalannya air di
selokan tersebut sehingga, saat hujan tiba, mungkin saja mengakibatkan genangan
air yang dapat mengganggu kenyamanan kita
6) Debu lantai yang jarang
dibersihkan dapat menyebabkan murid batuk hingga sesak nafas. Laci meja yang
penuh dengan sampah pun dapat dijadikan nyamuk sebagai tempat bersarangnnya.
Apalagi jika nyamuk tersebut adalah nyamuk Aedes Aegypty yang dapat menyebabkan
seseorang mengidap penyakit demam berdarah
7) Sampah yang bertumpuk dapat
menimbulkan bau yang tidak sedap sehingga mengganggu konsentrasi para murid
hingga guru dalam proses belajar-mengajar.
4.2.3 Mengapa Menjaga Kebersihan Sekolah Itu Penting
Sekolah
adalah tempat belajar, berlatih, dan menuntut ilmu pengetahuan sebagai bekal
hidup kita di kemudian hari. Kita akan dapat belajar dengan tenang, baik dan
bersemangat seandainya keadaan sekolah tersebut tertib dan bersih. Untuk
menciptakan suasana demikian, tidak cukup dikerjakan oleh penjaga sekolah saja,
tetapi harus dibantu oleh semua pihak yang berada di lingkungan itu, termasuk
siswa-siswanya. Di kelas biasanya terpampang daftar piket, salah satu tugas
mereka adalah membersihkan kelas, papan tulis serta menyapu halaman. Dengan
demikian, para siswa mempunyai kewajiban untuk melaksanakan tugas itu dengan
baik dan rutin serta penuh tanggung jawab karena pekerjaan itu sebagian dari
iman dan termasuk ibadah.
5.2.4Bagaimana Cara
Meningkatkan Kesadaran Siswa-Siswi SMAN JATINUNGGAL Menjaga Kebersihan
Lingkungan Sekolah
Didalam lingkungan sekolah,
guru menjadi panutan semua murid. Jika guru berbuat baik, maka murid pun
akan berbuat baik juga. Tetapi jika guru berbuat tidak baik/jelek,
maka mungkin bisa jadi murid pun bisa berbuat lebih jelek. Dalam upaya
menyadarkan siswa akan kebersihan lingkungan sekolah, para guru harus
memberikan contoh yang baik, seperti dengan membuang sampah pada tempatnya dan
memungut sampah yang tergeletak. Guru juga dapat menegur siswa yang
kedapatan membuang sampah sembarangan.
Selain itu, guru dapat
memberi denda kepada pelaku sehingga mereka jera untuk mengulangi perbuatan mereka di
kemudian hari.
Kesadaran murid dalam upaya
menjaga kebersihan lingkungan sekolah berasal dari hati nuraninya
masing-masing. Untuk menimbulkan kesadaran itu, dapat ditempuh dengan cara-cara
berikut:
·
Membiasakan membuang sampah pada tempatnya.
·
Merasa malu jika membuang sampah sembarangan.
·
Melakukan piket kelas secara teratur.
·
Melaksanakan gotong royong rutin
Adapun upaya lain yang bisa
dilakukam yaitu
1) Menyapu dan mengepel
lantai kelas secara teratur.
Membersihkan lantai kelas
secara teratur dapat menciptakan lingkungan kelas yang sehat dan bersih dari sampah
juga debu. Menyapu kelas dilaksanakan sebelum dan sesudah pelajaran dimulai dan
diakhiri. Suasana kelas yang bersih membuat siswa merasa nyaman untuk belajar.
2) Membuka
Jendela-jendela Kelas
Jendela kelas harus selalu dibuka agar terjadi
pergantian udara setiap hari. Udara kotor di dalam kelas akan keluar dan
berganti dengan oksigen yang masuk ke dalam kelas dan membuat udara di kelas
menjadi segar. Selain itu, sinar matahari juga diperlukan untuk mengurangi
kelembaban udara di dalam ruang kelas dan juga membunuh kuman dan bakteri yang
ada di kelas.
3)
Membersihkan Meja dan Kursi
Meja digunakan untuk
menulis dan kursi digunakan sebagai tempat duduk. Setiap hari para siswa
menggunakannya oleh karena itu meja dan kursi perlu dibersihkan secara teratur.
Membersihkan meja dan kursi dilakukan setiap hari seperti menyapu kelas.
4) Membuang Sampah di
Tempatnya.
Di setiap kelas sebaiknya
disediakan tempat sampah. Sampah dapat menjadi sumber penyakit. Sampah yang
berserakan membuat lingkungan menjadi tidak sehat. Sampah yang dibuang
sembarangan akan masuk ke selokan dan sungai yang pada akhirnya sampai ke laut.
Sampah yang tergenang tersebut akan menjadi busuk dan menimbulkan pencemaran
serta bau yang tidak sedap.
5) Menutup
Tempat Sampah
Sampah yang menumpuk dapat
menimbulkan bau yang tidak sedap dan menjadi sumber penyakit. Lalat senang
hinggap di tumpukan sampah. Setelah itu lalat juga akan hinggap di makanan.
Jika makanan tersebut dimakan maka akanmengakibatkan sakit perut. Oleh karena
itu, tempat sampah harus ditutup rapat agar tidak dihinggapi lalat. Menutup
tempat sampah juga dapat mengurangi bau yang tidak sedap.
6) Menjaga
Kebersihan Halaman Sekolah
Halaman sekolah perlu
disapu secara teratur. Sampah yang berada di halaman sekolah dibuang di tempat
sampah. Selain itu rumput yang tinggi sebaiknya dicabuti. Halaman sekolah yang
bersih tampak rapi dan sehat. Siswa akan merasa nyaman bermain di halaman
sekolah.
7) Menjaga Kebersihan Kamar
Mandi
Menyikat dan menyapu kamar
mandi merupakan salah satu cara menjaga kebersihan. Setiap warga sekolah
berperan serta dalam menjaga kebersihan kamar mandi. Setelah buang air besar
atau air kecil, kamar mandi harus segera disiram. Kamar mandi yang kotor
menimbulkan bau yang tidak sedap dan menjadi sumber penyakit.
8) Menanam
Tanaman di Sekitar Sekolah
Tanaman membuat lingkungan
teduh dan udara menjadi segar.Tanaman mengeluarkan oksigen. Udara yang
mengandung banyak oksigen baik untuk kesehatan. Selain itu, tanaman juga
membuat lingkungan tampak indah. Setiap warga sekolah harus menjaga kelestarian tanaman di sekitar sekolah.
Manfaat lain dari
penghijauan sekolah diantaranya adalah sebagai panorama lingkungan hidup dan
juga untuk kesehatan yang dapat memberikan fisik, jasmani, dan rohani yang
sehat bagi para siswa di sekolah. Jika tidak ada penghijauan di sekitar
sekolah, maka lingkungan sekolah akan gersang dan panas. Menjaga kesehatan
lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah. Dengan
menjaga lingkungan sekolah maka akan tercipta lingkungan yang sehat dan nyaman
sehingga seluruh warga sekolah terutama para siswa dapat belajar dengannyaman
5.2.5 Apa
Pengaruh Kebersihan Lingkungan Terhadap Pembelajaran Siswa SMAN JATINUNGGAL
Pengaruh kebersihan
lingkungan terhadap pembelajaran siswa SMA N JATINUNGGAL mempunyai dampak
burukyaitu pembelajaran siswa terganggu akibatnya siswa tidak berkonsentrasi
saat pembelajaran karena banyaknya sampah yang menumpuk membuat pembelajaran
iswa menjadi tidak nyaman ,dan tidak enak dipandang .bahkan pembelajaran yang disampaikan
oleh guru tidak sepenuhnya diterima dengan baik .
BAB V
SIMPULAN dan
saran
5.1 Simpulan
Kesadaran
siswa-siswi yang sangat rendah akan pentingnya kebersihanlingkungan sekolah
menjadikan SMAN JATINUNGGAL masih belum
bisadikatakan sebagai sekolah yang bersih,asri,nyaman dan sehat harena
masihbanyak sampah ,coret-coretan di menja ,kursi maupun di dinding .dan
kebersihan sekolah terhadap pembelajaran siswa mempunyai dampak yang negtif .maka hipotesis diterima.
5.2 Saran
Agar terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat
maka diperlukan kerja sama dari
berbagai pihak, contohnya sebagai berikut:
·
Menjaga kebersihan sekolah dengan membuang
sampah pada tempatnya
·
Selalu bergotong royong
·
Menjalankan piket kelas dengan rasa tanggung
jawab
·
Mematuhi tata tertib sekolah
·
Setiap ruang kelas diberikan alat
bersih-bersih seperti sapu ,tempat sampah
dan pengki .
·
Megadakan bersih-bersih setiap pulang sekolah
.
·
Membuat
peraturan yang mendenda siswa-siswi yang kedapatan membuang sampah sembarangan
DAFTAR PUSTAKA
![]() |
DAFTAR ISI
ABSTRAK .................................................................................................................... i
KATAPENGANTAR ...................................................................................................
ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................. 1
1.1 Latar
Belakang ...................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................. 2
1.3 Tujuan
Penulisan ....................................................................…,,,,,……………… 2
1.4 Manfaat
Penulisan ................................................................................................
3
1.5 Pembatas Masalah
................................................................................................. 4
1.6 Definisi Istilah
........................................................................................................ 4
1.7 Hipotesis ………………………………………………………………………………. 5
BAB II LANDASAN
TEORI ........................................................................................ 6
2.1 Kajian
Teori ........................................................................………………………. 6
2.2 Kerangka
Pemikiran .............................................................................................. 7
BAB III METODE
PENELITIAN ............................................................................... 8
3.1 Tempat dan Waktu
Penelitian................................................................................ 8
3.1.1 Tempat Penelitian ............................................................................................ 8
3.1.2Waktu Penelitian………………………………………………………………….. 8
3.2 Metode Dan Rancangan Penelitian .......................................................................
8
3.2.1 Metode Penelitian ………………………………………………………………… 8
3.2.2Rancangan Penelitian…………………………………………………………....... 8
3.3 Populasi Dan Sampel
………………………………………………………………… 9
3.3.1 Populasi Penelitian………………………………………………………………... 9
3.3.2 Sampel Penelitian…………………………………………………………………. 9
3.4 Instrumen penelitian dan Pengumpulan
Data…………………………………….. 10
3.5 Analisis data
Penelitian…………………………………………………………….... 11
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN ............................................... 13
4.1 Hasil Penelitian
………………………………………………………………………. 13
|
|
BAB V PENUTUPAN DAN
SARAN……………………………………………………. 23
5.1 Kesimpulan ............................................................................................................ 23
5.2
Saran ...................................................................................................................... 23
Daftar Pustaka
Daftar riwayat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar