Jumat, 14 Februari 2020

KTI PENGARUH KEBERSIHAN LINGKUNGAN TERHADAP PEMBELAJARAN SISWA SMAN


PENGARUH  KEBERSIHAN LINGKUNGAN TERHADAP PEMBELAJARAN SISWA SMAN
KARYA TULIS
Diajukan  Sebagai  Salah  Satu  Tugas  Bahasa  Indonesia  Kelas  XII 









 




BAB I
PENDAHULUAN
1.1 latar belakang
Kesehatan lingkungan pada hakikatnya adalah suatu kondisi atau keadaan lingkungan yang optimum sehingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan yang optimal pula (SoekidjoNotoatmodjo, 2011: 169). Lingkungan sekolah yang bersih merupakan salah satu unsure yang harus ada, dibina dan dikembangkan terus agar dalam proses pendidikan yang berjalan mencapai hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, semua warga sekolah harus menjaga kebersihan sekolah agar dapat berfungsi dengan baik sebagai wadah untuk mendidik anak agar mereka memiliki kesadaran lingkungan dan berkemauan berbuat sesuatu yang positif bagi kelestarian lingkungan sekolah khususnya dan lingkungan hidup Agar ilmu dapat terserap maksimal oleh siswa, maka kondisi sekolah haruslah nyaman dan bersih. Walaupun kebersihan sering kali dianggap tidakpenting, namun hal kecil tersebut dapat berdampak besar terhadap prosesbelajar mengajar di sekolah. Sekolah yang kotor akan membuat kegiatan belajar terganggu dan menjadi sarang penyakit bagi seluruh warga sekolah menjadi sesuatu yang penting jika bersangkutan dengan kebersihan baik di dalam maupun di luar sekolah, baik di dalam maupun di luar kelas dan juga keseluruhan lingkungan sekolah yang harus menjadi perhatian penting bagi seluruh warga di sekolah.Peranan siswa dalam arti kata sikap, perilaku, pengetahuan dan keikutsertaannya dalam permasalahan lingkungan perlu dibina dandikembangkan, sebab siswa mempunyai peranan penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Pengetahuan kebersihan lingkungan merupakan awal pertama siswa untuk menciptakan lingkungan yang bersih.Ilmu pengetahuan maka akan menimbulkan


rasa kesadaran, kepedulian, bahkan rasa ingin menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.Dengan diberikannya pembelajaran tentang kebersihan lingkungan maka seharusnya siswa mengetahui dan memahami arti penting kebersihan pribadi maupun lingkungannya. Namun dari hasil observasi peneliti di SMAsN JATINUNGGAL ternyata masih ada siswa yang membuang sampah di sembarang tempat.Pengetahuan diperlukan sebagai dorongan psikis dalam menumbuhkan sikap dan perilaku setiap hari. Pengetahuan siswa yang tinggi tentang kebersihan lingkungan akan memudahkan siswa untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sehubungan dengan hal tersebut, tidak hanya peran sekolah saja yang dibutuhkan oleh siswa, tetapi peran orang tua juga sangat dibutuhkan agar pengetahuan siswa tentang kebersihan lingkungan menjadi lebih tinggi.

1.2 Rumusan masalah
1.        Apa pengertian kebersihan lingkungan?
2.        Apa akibat tidak menjaga kebersihan lingkungan sekolah?
3.        Mengapa menjaga kebersihan sekolah itu sangat penting?
4.        Bagaimana cara meningkatkan kesadaran siswa-siswi SMA N JATINUNGGAL menjaga kebersihan lingkungan sekolah?
5.        Apa pengaruh kebersihan lingkungan sekolah terhadap aktivitas pembelajaran siswa?

1.3 Tujuan penelitian
1.        Untuk menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan akibat yang ditimbulkan jika tidak menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
2.        Untuk menimbulkan dan meningkatkan kesadaran siswa-siswi SMA N JATINUNGGAL agar dapat menjaga kebersihan lingkungan sekolah. 
3.        Untuk mengetahui pengaruh kebersihan lingkungan terhadap pembelajaran siswa siswi SMA N JATINUNGGAL


1.4 Manfaat penelitian
1.4. 1 Secara Teoritis
Penelitian ini dapat bermanfaat sebagai kajian mengembangkan pembelajaran pendidikan kesehatan di sekolah.
      1.4.2  Secara Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat mengetahui tingkat pengetahuan tentang kebersihan lingkungan sekolah serta dapat menambah keterampilan siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
a.         Bagi siswa
-          Menjaga kebersihan sekolah dapat meningkatkan semangat
-          belajar serta menjalin kerjasama baik antar siswa, guru dan  karyawan.
b.    Bagi guru
Hasil penelitian ini dapat memberikan pengalaman langsung pada guru-guru untuk dapat meningkatkan kebersihan lingkungan  sekolah serta dengan lingkungan sekolah yang bersih dapat menimbulkan rasa nyaman dalam proses belajar mengajar  sehingga meningkatkan semangat mengajar bagi guru.
c.         bagi masyarakat
Dapat terjalin  hubungan sosial yang baik karena kebersihan lingkungan sekolah membuat sekolah itu sendiri mendapat penilaian yang baik dan membuat lingkungan menjadi nyama
d.        Bagi penulis
Mengetahui berbagai macam kegiatan Siswa siswi SMA N JATINUNGGAL dalam menjaga kebersihan sekolah baik itu ke arah positif maupun negatif
1.5 Batasan Masalah
      Agar tidak terjadi penyimpangan dan penelitian ini lebih fokus, makapenelitian ini dibatasi pada masalah tingkat pengetahuan siswa SMA N JATINUNGGAL tentang kebersihan lingkungan sekolah .
1.6 Definisi istilah
1.    pengaruh  adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak kepercayaan dan perbuatan seseorang
2.    Kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk di antaranya, debu, sampah, dan bau. Di zaman modern, setelah Louis Pasteur menemukan proses penularan penyakit atau infeksi disebabkan oleh mikroba, kebersihan juga berarti bebas dari virus, bakteria patogen, dan bahan kimia berbahaya.
3.    Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut
4.    Sekolah adalah lembaga untuk para Siswa pengajaran siswa/murid di bawah pengawasan guru. 
5.    Terhadap adalah kata depan untuk menandai arah
6.    pembelajaran adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon
7.    siswa adalahanggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan informal, pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu.
8.      SMA Negeri Jatinunggal merupakan sebuah sekolah menengah atas yang berlokasi di wilayah Kecamatan Jatinunggal. Tepatnya berada di Jalan Raya Tarikolot - SirnasariJatinunggal. Sebelum terbentuknya Kecamatan Jatinunggal, sekolah ini bernama SMA Negeri 1 Wado.

1.7 Hipotesis
Tidak terdapat pengaruh kebersihan lingkungan sekolah terhadap pembelajaran siswa
















BAB II
LANDASAN TEORI
2.1  Kajian teori
Lingkungan berasal dari kata lingkung yang berarti ”sekeliling, sekitar, selingkung, seluruh suatu lingkaran, daerah dan sebagainya”
1.    Lingkungan sekolah, Menurut Imam Supardi menyatakan “lingkungan  adalah jumlah semua benda hidup dan mati serta seluruh kondisi yang ada didalam ruang yang kita tempati”
2.    Menurut pengertian lain “adalah mencakup  segala material dan stimulus didalam dan diluar individu baik yang bersifat fisiologis, psikologis, maupun sosio kultural”
3.    Menurut Syamsu Yusuf menyatakan sebagai berikut: Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang secara sistematis melaksanakan program bimbingan, pengajaran, dan latihan dalam rangka membantu siswa agar mampu mengembangkan potensinya, baik yang menyangkut aspek moral, spiritual, intelektual, emosional, maupun sosial. Lingkungan sekolah adalah jumlah semua benda hidup dan mati serta seluruh kondisi yang ada di dalam lembaga pendidikan formal yang secara sistematis melaksanakan program pendidikan dan membantu siswa mengembangkan potensinya. jadi lingkungan adalah “segala sesuatu yang berada dialam sekitar yang memiliki makna atau pengaruh terhadap karakter atau sifat seseorang secara langsung ataupun tidak langsung.
4.    Menurut Tri Minarsih, Acep Hadi, dan Hanjaeli (2010: 53), ciri lingkungan sekolah yang bersih adalah : ventilasi sebagai media pertukaran udara berfungsi baik, tempat mandi, cuci dan kakus berfungsi baik, tersedia air bersih, ada tempat pembuangan sampah, lantai dan dinding bersih serta meja kursi dan perabot lainnya bersih dan tertata rapi.
5.    Kebersihan merupakan salah pokok dalam memelihara kelangsungan eksistensinya, sehingga tidak ada satupun makhluk kecuali berusaha untuk membersihkan dirinya, walaupun makhluk tersebut dinilai kotor. Pembersihan diri tersebut, secara fisik misalnya, ada yang menggunakan air, tanah, air . Bagi manusia membersihkan diri tersebut dengan tanah dan air tidak cukup, tetapi ditambah dengan menggunakan dedaunan pewangi, malahan pada zaman modern sekarang menggunakan sabun mandi, bahkan untuk pembersih wajah ada sabun khusus dan lain sebagainya. Pada manusia konsep kebersihan, bukan hanya secara fisik, tetapi juga psikhis, sehingga dikenal istilah kebersihan jiwa, kebersihan hati, kebersihan spiritual dan lain sebagaianya. (Prof .Dr. M. Aburrahman MA)
2.2 kerangka pemikiran
      Selama ini masih banyak terdapat sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta yang menomor duakan masalah lingkungan atau kulur sekolah. Terlihat dari masih banyaknya terdapat sekolah-sekolah dengan bangunan yang tidak bersih termasuk SMA JATINUNGGAL .Dan ini berdampak langsung terhadap semangat belajar siswa di sekolah.
      Kerja bakti mingguan merupakan salah satu solusi untuk menangani masalah tersebut, yang mana pihak sekolah bisa menfaatkan sedikit waktu untuk membersihkan sekolah bersama-sama. Kerja bakti ini diharapkan selain untuk menjaga kebersihan sekolah dan meningkatkan semangat belajar siswa di sekolah juga melatih kemandirian siswa serta menjalin keakraban antar sesama warga sekolah.















BAB III
Metodologi penelitian

3.1 Waktu dan tempat penelitian
3.1.1 waktu penelitian
Waktu penelitian ini berlangsung selama kurang lebih seminggu (7 hari) mulai dari hri senin sampai hari sabtu
3.1.2 tempat penelitian
Penelitian dilaksanakan di halaman  depan sekolah ,kelas kelas , halaman belakang SMA N JATINUNGGAL kecamatan jatinunggal  Sirnasari, Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45376

3.2 Metode dan rancangan penelitian
3.2.1 Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan tes sebagai teknik pengambilan data. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang benar – benar hanya memaparkan apa yang terdapat atau terjadi dalam sebuah kancah, lapangan, atau wilayah tertentu. (Suharsimi Arikunto 2010:3).
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu metode penelitian yang bertujuan pada pemecahan masalah yang ada pada waktu sekarang
3.2.2 Rancangan Penelitian
Dalam mengerjakan karya ilmiah ini peneliti menggunakan pendekakatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu proses penelitian yang dilakukan secara wajar dan natural sesuai dengan kondisi objektif di lapangan tanpa adanya manipulasi, serta jenis data yang dikumpulakan terutama data kualitatif.


Ciri-ciri dalam penelitian kualitatif antara lain :
1. Data penelitian diambil dari alamiah.
2. Manusia sebagai alat (instrument).
3. Menggunakan metode kualitatif.
4. Analisis dan secara indukatif.
5. Teori dari dasar.
6. Data yang dikumpulkan berupa data deskriptif.
7. Lebih mementingkan proses dari pada hasil.
8. Adanya batas yang ditentukan oleh fokus.
9. Adanya kriteria khusus untuk keabsahan data.
10. Desain penelitian yang yang bersifat sementara.
11. Hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama.
Sementara menurut Creswell penelitian yang dibimbing oleh paradigma kualitatif didefinisikan sebagai suatu proses penelitian untuk memahami masalah-masalah manusia atau sosial dengan menciptakan gambaran menyeluruh dan kompleks yang disajikan dengan kata-kata, melaporkan pandangan terinci yang diperoleh dari para sumber informasi, serta dilakukan dalam latar (setting) yang alamiah.Pendekatan kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan datadeskriptif: Ucapan atau tulisan dan perilaku yang dapat diamati dari orang-orang (subyek) itu sediri.Jadi penelitian kualitatif adalah penelitian yang akan menghasilkan kesimpulan berupa data yang menggambarkan secara rinci, bukan menghasilkan data yang berupa angka-angka.

3.3 Populasi dan Sample
Populasi nya adalah seluruh siswa SMA N JATINUNGGAL , Dan sample nya Adalah  siswa siswi kelas 12 ipa  4 .

3.4 instrumen Penelitian dan Pengumpulan Data
Teknik Pengumpulan Data dan Insrumen Penelitian Dalam pelaksanaan penelitian memerlukan perangkat-perangkat yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data tentang peningkatan kesadaran lingkungan siswa, baik itu pra-penelitian maupun pada saat melaksanakan tindakan. Adapun perangkat-perangkat yang dapat digunakan sebagai berikut:
1.    Observasi
Observasi yang berupa pengamatan secara langsung di tempat penelitiansituasi, kondisi dan aktivitas dari yang diteliti. Definisi observasi menurut Sanjaya (2009, hlm. 86) merupakan teknik mengumpulkan data dengan cara mengamati setiap kejadian yang sedang berlangsung dan mencatatnya dengan alat observasi tentang hal-hal yang akan diamati atau diteliti. Teknik pengumpulan data observasi ini termasuk ke dalam jenis observasi terstruktur, yaitu observasi yang telah dirancang secara sistematis, tentang apa yang akan diamati, kapan dan dimana tempatnya (Sugiono dalam Jaelani, 2013, hlm. 38). Observasi ini dibuat dalam bentuk check list, jadi observer hanya mengisi tanda check list pada kolom yang telah disediakan.Lembar panduan observasi ini merupakan perangkat atau alat yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data baik itu pra-penelitian maupun pada saat pelaksanaan tindakan. Data yang diperoleh adalah data pada saat mengamati aktivitas guru dan siswa pada saat proses pelajaran  kelas XII ipa 4 .
Tabel 3.2 lembar Observasi Kegiatan Siswa dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan Kelas
Mata Pelajaran            : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester            : XII/2
Hari, tanggal               :Senin,06 februari 2019
Petunjuk                      ::
Berilah tanda centang atau checklist (√) pada pilihan yang Benar
No
Jenis Kegiatan
Keterangan
Baik
Cukup
Kurang
1.
   Siswa memungut dan membuang sampah yang berserakan dilantai kelas dan laci meja sebelum guru masuk.



2.
Siswa menghapus coretan dipapan tulis ketika guru akan masuk kelas.



3
Siswa merapikan meja guru dan meja belajar siswa sebelum guru masuk kelas.



4.
Siswa menyapu kelas terlebih dahulu,jika kelas dianggap terlalu kotor dan perlu disapukan sebelum guru masuk.



5.
siswa mengelap kaca terlebih dahulu, jika dianggap terlalu banyak debu sebelum guru masuk.



6.
  Siswa antusias membersihkan ruang kelas.



7.
   Siswa bersemangat dan siap untuk melaksanakan kegiatan piket dengan penuh tangung jawab



8.
     Siswa bersemangat ketika mengikuti kegiatan jumsih terutama dalam  membersihkan ruang kelas



9.
   Siswa tidak mencoret coret dinding ketika guru sedang menjelaskan materi.



10,
  Siswa berperan aktif dan bertanggung jawab dalam menjaga fasilitas yang di sediakan disekolah




Keterangan
1.Baik (B)    2.Cukup (C)  3.Kurang (K)

3.5 Analisa Data
      Setelah data diperoleh, langkah berikutnya adalah menganalisis data untuk menarik kesimpulan dari penelitian yang dilakukan. Hasil analisis ini didasarkan distribusi frekuensi yang memberikan gambaran mengenai distribusi subyek menurut kategori niai variabel. Untuk mengetahuinya didasarkan pada nilai  telah ditetapkan untuk setiap alternatifjawaban yang tersedia dalam tes.
Bab IV
Hasil penelitian dan pembahasan
4.1 hasil penelitian.
No
Jenis Kegiatan
Keterangan
Baik
Cukup
Kurang
1.
   Siswa memungut dan membuang sampah yang berserakan dilantai kelas dan laci meja sebelum guru masuk.

ü   

2.
Siswa menghapus coretan dipapan tulis ketika guru akan masuk kelas.

ü   

3
Siswa merapikan meja guru dan meja belajar siswa sebelum guru masuk kelas.


ü   
4.
Siswa menyapu kelas terlebih dahulu,jika kelas dianggap terlalu kotor dan perlu disapukan sebelum guru masuk.

ü   

5.
siswa mengelap kaca terlebih dahulu, jika dianggap terlalu banyak debu sebelum guru masuk.


ü   
6.
  Siswa antusias membersihkan ruang kelas.

ü   

7.
   Siswa bersemangat dan siap untuk melaksanakan kegiatan piket dengan penuh tangung jawab

ü   

8.
     Siswa bersemangat ketika mengikuti kegiatan jumsih
terutamadalam membersihkan ruang kelas


ü   
9.
   Siswa tidak mencoret coret dinding ketika guru sedang menjelaskan materi.

ü   

10,
  Siswa berperan aktif dan bertanggung jawab dalam menjaga fasilitas yang di sediakan disekolah

ü   



4.2 Pembahasan
4.2.1  pengertian kebersihan lingkungan
Kebersihan adalah salah satu tanda dari keadaan hygene yang baik. kebersihan badan meliputi kebersihan diri sendiri seperti mandi, gosok gigi, mencuci tangan, dan memakai pakaian bersih. Kebersihan lingkungan adalah kebersihan tempat tinggal tempat kerja, dan tempat awam. Kebersihan tempat tinggal yang dilakukan dengan cara mengelap perabotan rumah, menyapu, mengepel lantai, mencuci peralatan masak dan peralatan makan. Kebersihan sangat erat kaitannya dengan kesehatan. dengan menjaga kebersiham artinya juga menjaga kesehatan. Bukan hanya orang dewasa yang harus mengerti tentang pentingnya kebersihan, namun sedari dini anak-anak juga harus belajar tentang arti kebersihan, dan mendapat pengetahuan yang tepat tentang kebersihan dan kesehatan.Menurut Notoatmodjo yang dikutip Erwin Setyo K (2012: 1-2) Pendidikan kesehatan adalah suatu proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya dan tidak hanya mengkaitkan diri pada peningkatan pengetahuan, sikap dan praktik kesehatan saja, tetapi juga meningkatkan atau memperbaiki lingkungan (baik fisik maupun non fisik) dalam rangka memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka. Erwin Setyo K (2012: 2) menyimpulkan bahwapendidikan kesehatan adalah proses membantu seseorang, dengan bertindak secara sendiri-sendiri ataupun secara kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai hal-hal yang mempengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya dan tidak hanya mengkaitkan diri pada peningkatan pengetahuan, sikap dan praktik kesehatan saja, tetapi juga meningkatkan atau memperbaiki lingkungan (baik fisik maupun non fisik) dalam rangka memelihara dan meningkatkan kesehatan dengan penuh kesadaran. Kebersihan lingkungan sekolah erat berhubungan dengan kesehatan lingkungan. Kesehatan lingkungan adalah kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan semua aspek dari alam dan lingkungan yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Kesehatan lingkungan merupakan faktor penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, bahkan merupakan salah satu unsur penentu dalam kesejahteraan penduduk.Kebersihan lingkungan dapat mempengaruhi kondisi kesehatanpenghuninya.
Kesehatan lingkungan padahakikatnya adalah suatu kondisiatau keadaan lingkungan yang optimum sehingga berpengaruh positifterhadap terwujudnya status kesehatan yang optimumlingkungan sekolah yang sehat meliputi 2 aspek, yakni aspek fisik dan non fisik.
1) Aspek Non Fisik (mental-sosial)
Lingkungan mental-sosial yang sehat terjadi apabila terdapat hubungan harmonis dan kondusif di antara komponen masyarakat sekolah. Hubungan yang harmonis akan mempengaruhi perilaku hidup sehat
2) Aspek Fisik
Lingkungan fisik yang harus diperhatikan antara lain :
(a) Lokasi sekolah tidak berdekatan dengan tempat-tempat umum atau keramaian
(b) Kapasitas dan kontruksi gedung sekolah sesuai dengan jumlah
 (c) Tersedianya halaman sekolah dan kebun sekolah
(d) Ventilasi memadai sehingga menjamin adanya sirkulasi udara disetiap ruang kelas.
(e) Penerangan harus cukup. utamanya sinar matahari dapat masuk kesetiap ruangan
(f) Sistem pembuangan air limbah maupun air hujan dijamin tidak menimbulkan genangan
(g) Tersedianya air bersih dan pembuangan air besar dan kecil(jamban)
(h) Tersedianya tempat pembuangan sampah di setiap kelas dan sekolah
(i) Tersedianya kantin atau warung sekolah, sehingga kebersihan dan keamanan makan dapat diawasiSalah satu syarat lingkungan sekolah yang bersih dan sehat adalah lingkungan yang bebas dari segala penyakit dan sampah. Menurut UU No 18 tahun 2008 tentang pengolahan sampah, disebutkan sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang ke lingkungan. Sampah merupakan salah satu faktor yang membuat lingkungan menjadi kotor. Menurut Suwandi Fendi dan Masturi (2010 : 54)
Sampah digolongkan menjadi 2 jenis sebagai berikut :
1) Sampah Basah (Organik)
Sampah organik adalah sampah yang terdiri dari bahan-bahan organik. Sifat sampah organik adalah tidak dapat bertahan lama dan cepat membusuk. Biasanya sampah jenis ini berasal dari makhluk hidup.
Contohnya adalah sayur-sayuran, buah-buahan, sisa nasi, daun dan sebagainya. Jenis sampah ini akan menimbulkan bau kurang sedap jika tidak dikelola dengan baik
2) Sampah Padat (anorganik)
Sampah anorganik adalah sampah-sampah yang terdiri dari bahan-bahan anorganik. Contoh bahan-bahan anorganik adalah bahan logam, plastik, kaca, karet, dan kaleng. Sifat sampah anorganik adalah tahan lama dan sukar membusuk. Sampah ini tidak mudah diurai oleh mikroorganisme tanah. Apabila dibuang sembarangan sampah anorganik dapat menimbulkan pencemaran tanah.Deni Kurniadi dan Suro Prapanca (2010: 58) menyebutkan dengan mempelajari kesehatan lingkungan sekolah, maka diharapkan agar para siswa :
1) Memiliki pengetahuan tentang ruang lingkup lingkungan sekolah.
2) Mengenal, memahami masalah lingkungan sekolah;
3) Mengenal, memahami peranan dan pengaruh lingkungan sekolah dalam kehidupan manusia;
4) Mengenal dan memahami masalah kesehatan lingkungan sekolah;
5) Memiliki sikap positif dan peran serta aktif dalam usaha-usaha kesehatan lingkungan sekolah;
6) Memiliki keterampil
7) an untuk memelihara dan melestarikan kesehatan lingkungan sekolah dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan uraian di atas, tujuan dari kesehatan lingkungan sekolah adalah memiliki pengetahuan, mengenal, dan memahami tentang ruang lingkup beserta masalah lingkungan sekolah serta memiliki keterampilan untuk menjaga kesehatan lingkungan sekolah.
c. Ciri Lingkungan Sekolah Sehat
Pembinaan lingkungan sekolah sehat yang merupakan salah satu unsur penting dalam membina ketahanan sekolah karena lingkungan lingkungan sehat diperlukan untuk meningkatkan kesehatan siswa, guru, dan pegawai sekolah dan pada akhirnya meningkatkan daya serap siswa .
dalam proses belajar mengajar. Pembinaan lingkungan sekolah sehat dilaksanakan melalui 7k yaitu :
1) Kebersihan;
2) Keindahan;
3) Kenyamanan;
4) Ketertiban;
5) Keamanan;
6) Kerindangan; dan
7.kekeluargaan
4.2.2 Akibat Tidak Menjaga Kebersihan Lingkungan
Lingkungan sekolah yang kotor akan menjadi perantara penularan berbagai penyakit karena lingkungan yang kotor adalah tempat berkembang biaknya bibit penyakit. Selain lingkungan yang kotor, beberapa hewan juga dapat menularkan penyakit seperti nyamuk, lalat, tikus, dan unggas. Berikut beberapa penyakit yang disebabkan oleh nyamuk dan unggas serta ditambah oleh lingkungan yang kurang bersih menurut Mufid dan Najib Sulhan (2010: 121-126)  adalah:
1) Penyakit Demam Berdarah
Penyakit demam berdarah disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Penyakit ini ditandai dengan munculnya demam secara tiba-tiba, disertai dengan sakit kepala dan sakit sendi dan otot. Nyamuk ini berkembang biak di tempat-tempat yang terdapat genangan air seperti bak mandi atau pot bunga.
Pencegahan berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya (Tri Minarsih, Acep Hadi dan Hanjaeli, 2010 :147) : (a) Menguras air bak seminggu sekali; (b) Mengubur kaleng, botol dan ban bekas; (c)Menutup tempat sampah dan bak air; (d) Menghindari gigitan nyamuk (tidur di dalam kelambu, memakai obat pengusir nyamuk, tidak berada di tempat yang banyak nyamuk); (e) Membunuh nyamuk dengan cara: menyemprot ruangan dengan racun nyamuk, menimbun kubangan air untuk membunuh jentik nyamuk ,pengasapan)
2) Penyakit Malaria
Penyakit malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh sejenis parasite yang disebut Plasmodium yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles. Seseorang yang terkena malaria akan mengalami demam tinggi dan menggigil selama berjam–jam. Cara pencegahannya adalah dengan meminum pil kina. Selain itu menjaga kebersihan lingkungan juga merupakan salah satu cara untuk mengurangi perkembangbiakan nyamuk Anopheles.
3) Penyakit Diare
Diare adalah penyakit yang menyebabkan penderita sering buang air besar sehingga penderita kehilangan banyak cairan tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh kuman yang menyebar melalui makanan dan minuman yang dihinggapi lalat pembawa kuman tersebut. Tindakan pencegahannya yaitu selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, makan makanan bersih, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
4) Penyakit Kencing Tikus
Kencing tikus adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Leptospira patogen. Penyakit ini menular ke manusia melalui kontak langsung dengan lingkungan (tanah, air, dan sebagainya) yang dikotori air seni hewan pembawa virus tersebut. Lingkungan yang kotor dan tidak sehat mempermudah berkembangnya kuman penyakit ini. Cara pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menyimpan makanan dan minuman di tempat yang tertutup, mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah dari WC
5) Menimbulkan genangan air. Hal ini bisa saja terjadi di sekolah kita jika murid selalu membuang sampah sembarangan. Sampah yang bertumpuk di selokan dapat menyumbat jalannya air di selokan tersebut sehingga, saat hujan tiba, mungkin saja mengakibatkan genangan air yang dapat mengganggu kenyamanan kita
6) Debu lantai yang jarang dibersihkan dapat menyebabkan murid batuk hingga sesak nafas. Laci meja yang penuh dengan sampah pun dapat dijadikan nyamuk sebagai tempat bersarangnnya. Apalagi jika nyamuk tersebut adalah nyamuk Aedes Aegypty yang dapat menyebabkan seseorang mengidap penyakit demam berdarah
7) Sampah yang bertumpuk dapat menimbulkan bau yang tidak sedap sehingga mengganggu konsentrasi para murid hingga guru dalam proses belajar-mengajar.
4.2.3 Mengapa Menjaga Kebersihan Sekolah Itu Penting
Sekolah adalah tempat belajar, berlatih, dan menuntut ilmu pengetahuan sebagai bekal hidup kita di kemudian hari. Kita akan dapat belajar dengan tenang, baik dan bersemangat seandainya keadaan sekolah tersebut tertib dan bersih. Untuk menciptakan suasana demikian, tidak cukup dikerjakan oleh penjaga sekolah saja, tetapi harus dibantu oleh semua pihak yang berada di lingkungan itu, termasuk siswa-siswanya. Di kelas biasanya terpampang daftar piket, salah satu tugas mereka adalah membersihkan kelas, papan tulis serta menyapu halaman. Dengan demikian, para siswa mempunyai kewajiban untuk melaksanakan tugas itu dengan baik dan rutin serta penuh tanggung jawab karena pekerjaan itu sebagian dari iman dan termasuk ibadah. 
5.2.4Bagaimana Cara Meningkatkan Kesadaran Siswa-Siswi SMAN JATINUNGGAL Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah
Didalam lingkungan sekolah, guru menjadi panutan semua murid. Jika  guru berbuat baik, maka murid pun akan berbuat baik juga. Tetapi jika guru  berbuat   tidak baik/jelek, maka mungkin bisa jadi murid pun bisa berbuat lebih jelek. Dalam upaya menyadarkan siswa akan kebersihan lingkungan   sekolah, para guru harus memberikan contoh yang baik, seperti dengan membuang sampah pada tempatnya dan memungut sampah yang   tergeletak. Guru juga dapat menegur siswa yang kedapatan membuang sampah sembarangan.
Selain itu, guru dapat memberi denda kepada pelaku sehingga mereka jera untuk mengulangi  perbuatan mereka di kemudian hari.
Kesadaran murid dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan sekolah  berasal dari hati nuraninya masing-masing. Untuk menimbulkan kesadaran itu, dapat ditempuh dengan cara-cara berikut:
·         Membiasakan membuang sampah pada tempatnya.
·         Merasa malu jika membuang sampah sembarangan.
·         Melakukan piket kelas secara teratur.
·         Melaksanakan gotong royong rutin
Adapun upaya lain yang bisa dilakukam yaitu
1) Menyapu dan mengepel lantai kelas secara teratur.
Membersihkan lantai kelas secara teratur dapat menciptakan lingkungan kelas yang sehat dan bersih dari sampah juga debu. Menyapu kelas dilaksanakan sebelum dan sesudah pelajaran dimulai dan diakhiri. Suasana kelas yang bersih membuat siswa merasa nyaman untuk belajar.
2) Membuka Jendela-jendela Kelas
Jendela kelas harus selalu dibuka agar terjadi pergantian udara setiap hari. Udara kotor di dalam kelas akan keluar dan berganti dengan oksigen yang masuk ke dalam kelas dan membuat udara di kelas menjadi segar. Selain itu, sinar matahari juga diperlukan untuk mengurangi kelembaban udara di dalam ruang kelas dan juga membunuh kuman dan bakteri yang ada di kelas.
3) Membersihkan Meja dan Kursi
Meja digunakan untuk menulis dan kursi digunakan sebagai tempat duduk. Setiap hari para siswa menggunakannya oleh karena itu meja dan kursi perlu dibersihkan secara teratur. Membersihkan meja dan kursi dilakukan setiap hari seperti menyapu kelas.
4) Membuang Sampah di Tempatnya.
Di setiap kelas sebaiknya disediakan tempat sampah. Sampah dapat menjadi sumber penyakit. Sampah yang berserakan membuat lingkungan menjadi tidak sehat. Sampah yang dibuang sembarangan akan masuk ke selokan dan sungai yang pada akhirnya sampai ke laut. Sampah yang tergenang tersebut akan menjadi busuk dan menimbulkan pencemaran serta bau yang tidak sedap.
5) Menutup Tempat Sampah
Sampah yang menumpuk dapat menimbulkan bau yang tidak sedap dan menjadi sumber penyakit. Lalat senang hinggap di tumpukan sampah. Setelah itu lalat juga akan hinggap di makanan. Jika makanan tersebut dimakan maka akanmengakibatkan sakit perut. Oleh karena itu, tempat sampah harus ditutup rapat agar tidak dihinggapi lalat. Menutup tempat sampah juga dapat mengurangi bau yang tidak sedap.
6) Menjaga Kebersihan Halaman Sekolah
Halaman sekolah perlu disapu secara teratur. Sampah yang berada di halaman sekolah dibuang di tempat sampah. Selain itu rumput yang tinggi sebaiknya dicabuti. Halaman sekolah yang bersih tampak rapi dan sehat. Siswa akan merasa nyaman bermain di halaman sekolah.

7) Menjaga Kebersihan Kamar Mandi
Menyikat dan menyapu kamar mandi merupakan salah satu cara menjaga kebersihan. Setiap warga sekolah berperan serta dalam menjaga kebersihan kamar mandi. Setelah buang air besar atau air kecil, kamar mandi harus segera disiram. Kamar mandi yang kotor menimbulkan bau yang tidak sedap dan menjadi sumber penyakit.
8) Menanam Tanaman di Sekitar Sekolah
Tanaman membuat lingkungan teduh dan udara menjadi segar.Tanaman mengeluarkan oksigen. Udara yang mengandung banyak oksigen baik untuk kesehatan. Selain itu, tanaman juga membuat lingkungan tampak indah. Setiap warga sekolah harus menjaga kelestarian tanaman di sekitar sekolah.
Manfaat lain dari penghijauan sekolah diantaranya adalah sebagai panorama lingkungan hidup dan juga untuk kesehatan yang dapat memberikan fisik, jasmani, dan rohani yang sehat bagi para siswa di sekolah. Jika tidak ada penghijauan di sekitar sekolah, maka lingkungan sekolah akan gersang dan panas. Menjaga kesehatan lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah. Dengan menjaga lingkungan sekolah maka akan tercipta lingkungan yang sehat dan nyaman sehingga seluruh warga sekolah terutama para siswa dapat belajar dengannyaman
5.2.5 Apa Pengaruh Kebersihan Lingkungan Terhadap Pembelajaran Siswa SMAN JATINUNGGAL
Pengaruh kebersihan lingkungan terhadap pembelajaran siswa SMA N JATINUNGGAL mempunyai dampak burukyaitu pembelajaran siswa terganggu akibatnya siswa tidak berkonsentrasi saat pembelajaran karena banyaknya sampah yang menumpuk membuat pembelajaran iswa menjadi tidak nyaman ,dan tidak enak dipandang .bahkan pembelajaran yang disampaikan oleh guru tidak sepenuhnya diterima dengan baik .




BAB V
SIMPULAN dan saran
5.1  Simpulan
Kesadaran siswa-siswi yang sangat rendah akan pentingnya kebersihanlingkungan sekolah menjadikan SMAN JATINUNGGAL  masih belum bisadikatakan sebagai sekolah yang bersih,asri,nyaman dan sehat harena masihbanyak sampah ,coret-coretan di menja ,kursi maupun di dinding .dan kebersihan sekolah terhadap pembelajaran siswa mempunyai dampak yang negtif .maka hipotesis diterima.

5.2 Saran
Agar terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat maka diperlukan kerja  sama dari berbagai pihak, contohnya sebagai berikut:
·           Menjaga kebersihan sekolah dengan membuang sampah pada tempatnya
·           Selalu bergotong royong
·           Menjalankan piket kelas dengan rasa tanggung jawab
·           Mematuhi tata tertib sekolah
·           Setiap ruang kelas diberikan alat bersih-bersih seperti sapu ,tempat sampah dan pengki .
·           Megadakan bersih-bersih setiap pulang sekolah .
·           Membuat peraturan yang mendenda siswa-siswi yang kedapatan membuang sampah sembarangan

   









DAFTAR PUSTAKA










 
DAFTAR ISI
ABSTRAK ....................................................................................................................        i
KATAPENGANTAR ...................................................................................................      ii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................      1
 1.1 Latar Belakang ......................................................................................................       1
 1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................       2
 1.3 Tujuan Penulisan ....................................................................…,,,,,………………     2
 1.4 Manfaat Penulisan  ................................................................................................       3
 1.5 Pembatas Masalah  .................................................................................................      4
 1.6 Definisi Istilah  ........................................................................................................       4
1.7 Hipotesis ………………………………………………………………………………. 5
BAB II LANDASAN TEORI ........................................................................................     6
 2.1 Kajian Teori ........................................................................……………………….     6
 2.2 Kerangka Pemikiran ..............................................................................................      7
BAB III METODE PENELITIAN ...............................................................................     8
 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian................................................................................      8
   3.1.1 Tempat Penelitian ............................................................................................        8
   3.1.2Waktu Penelitian………………………………………………………………….. 8
 3.2 Metode Dan Rancangan Penelitian ....................................................................... 8
   3.2.1 Metode Penelitian ………………………………………………………………… 8
       3.2.2Rancangan Penelitian………………………………………………………….......  8
3.3 Populasi Dan Sampel ………………………………………………………………… 9
  3.3.1 Populasi Penelitian………………………………………………………………...  9
  3.3.2 Sampel Penelitian………………………………………………………………….  9
 3.4 Instrumen penelitian dan Pengumpulan Data…………………………………….. 10
 3.5 Analisis data Penelitian…………………………………………………………….... 11
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...............................................  13
4.1 Hasil Penelitian ……………………………………………………………………….  13

 
4.2  Pembahasan ......................................................…………………………………….  14
BAB V PENUTUPAN DAN SARAN…………………………………………………….           23
5.1 Kesimpulan ............................................................................................................         23
5.2 Saran ......................................................................................................................         23
Daftar Pustaka
Daftar riwayat





 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENDAKI GUNUNG TAMPOMAS SUMEDAG 2015

  GUNUNG TAMPOMAS #26-27 AGUSTUS 2015 Dalam keadaan kurang persiapan dan mendadak karena awalnya saya tidak akan ikut naik gunung, teman say...